“Asalaamu’alaikum Bro…… Boleh Kenalan
nggak….??”
“Waalaiikumsalaam… Boleh – boleh aja siapa yang ngelarang…??”
“Nggak ada sii… ok.. Kenalin namaku Ozie.. Pangggil aja Zie…”
“Oke Zie… Namaku Note… Ngomong – Ngomong ada apa Zie…??”
“Nggak ada apa – apa kok… Cuma mau kenalan aja…”
“Oke – oke…, Eh Zie denger – denger ceritamu bagus… Ceritain sesuatu dong….!”
“Cerita apa Emang…??”
“Terserah lah yang penting hepi…”
“Cerita Apa ya…??”
“Gimana kalo tak saranin kamu certain tentang masa lalu…”
“boleh… pas aku di lahirin ya…”
“ya deh”
Masa – masa aku berkenalan dengan
buku catatan baruku yang kubeli di took muslim depan Madrasah Mu’allimin
Muhammadiyah Yogyakarta sore tadi pukul 16:30 WIB…
*Gila kali ni orang masa ngomong sama
buku… WOI Komentator… Diem
aja loe….!!
Sampailah mereka di Rumah Sakit Sardjito. Rumah sakit besar di Kabupaten Sleman
Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Ok… jadi gini bro ceritanya….” Ku memulai cerita masa
laluku dengan nada lirih
Malam yang sunyi, Rembulan bersinar terang menyinari dunia,
dengan bingkai ribuan bintang yang
berformasi membentuk lautan cahaya, serta laut yang terbingkai pasir putih yang
terang memantulkan cahaya bintang di langit. Membuat seseorang yang melihatnya
mengira ada dua langit di desa ini. Desa yang damai layaknya surga buatan yang
dihias indahnya malam dengan alunan takbiran yang saling serbu dari masjid ke
masjid seperti kumpulan pelajar yang saling serbu dari berbagai sekolah.
Di desa inilah tinggal sepasang suami – istri dengan anak semata wayangnya yang
mereka sayangi. Keluarga yang sangat harmonis tak penah ada masalah – masalah
sekecil apapun dalam keluarga tersebut.
Mereka dikenal harmonis oleh warga
sekitar karena sang suami sangat bersahaja dalam mencari nafkah untuk
keluarganya. Dan ibu yang sangat menyayangi keluarganya yaitu suami, anak, dan
anak yang sedang ia kandung. Anak semata wayangnya bernama Chila. Ia sangat
rajin belajar dan mambantu orang tua. Karena rajinnya itu ia berkali – kali
medapatkan juara di tingkat kelas.
“Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... laa ilaha illAllah hu Allahhu
Akbar... Allahu Akbar wa lillah ilham... ”
Terdengar suara takbiran sudah mulai berganti yang dari ba’da isyak suara
anak kecil berusia kurang lebih 5-10 tahun kini telah berganti menjadi suara
bapak – bapak yang berat dan lantang disertai suara bedug dan kentongan besar
yang memekakkan teling bagi pendengarnya.
Jam dinding menunjukkan pukul 21:59. Waktu di mana orang – orang bersiap – siap
untuk beristirahat. Termasuk keluarga yang harmonis tersebut. Mereka sudah siap
untuk memejamkan mata mereka.
Namun tiba – tiba perut sang ibu seketika itu sakit. Kemungkinan bayi yang
sedang beliau kandung itu mau keluar dari rahimnya.
Tak menunggu lama sang ayah membawa istrinya ke rumah sakit terdekat dari
desanya dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya.sang ibu menahan sakit
yang amat sangat di perutnya. Sang ayah berusaha untuk ngebut dan berhati – hati.
5 menit
10 menit
16 menit
∞
Hati berdebar tak karuan dirasakan oleh sang bapak. Senang dan cemas berkumpul
menjadi satu.
1 menit...
9 menit...
14 menit...
Hingga bermenit – menit rasa itu terus menghantuinya. Dan pada akhirnya, rasa
cemas mulai hilang dan menumbuhkan rasa senang yang amat sangat pada dirinya
ketika mendengar suara tangisan bayi dalam ruang pasien. Kini bapak mulai
antusias ingin melihat asal suara tangisan bayi tersebut. Tak menunggu lama,
sang dokter kandungan keluar dari ruangan sambil tersenyum melihat bapak.
“Selamat pak, anak anda laki – laki yang gagah..” ujar Dokter tersebut.
“Terima kasih
dok” jawab Bapak sambil membalas senyum.
∞
Malam
itu tepatnya tanggal 26 Maret tahun 1999 aku dilahirkan ke bumi yang indah ini
dari rahim ibuku tercinta dengan sehat dan selamat.
“Sleman,26 Maret 1999” tanggal ini.. adalah tanggal yang menurutku
paling istimewa dari tanggal – tanggal yang lain. Karena dengan tanggal ini aku
bisa mengingat – ingat perjuangan bapak dan ibuku ketika melahirkan anak
tercintanya yaitu Aku.
Bersambung...








